Pengorbanan Di Hari Kemerdekaan

Pengorbanan Di Hari Kemerdekaan

Mintalah para pakar itu untuk menemui masyarakat dan yakinkan semua WNI untuk aktif dan agresif memberantas virus ganas ini. Masak rakyat tidak mau mendengarkan nasihat-nasihat para jagoan berbagai keilmuan itu. Di negara mana pun juga, petuah para ilmuwan pasti didengar dan diikuti oleh masyarakatnya. Rakyat di mana pun berada telah diminta untuk menerapkan protokol kesehatan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan secara teratur hingga menjaga jarak. Yang sekarang menjadi pertanyaan mendasar adalah apakah seluruh rakyat Indonesia sudah mendukung langkah-langkah pemerintah pusat dan daerah untuk memberantas penyakit berbahaya ini?. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan biaya pembelian vaksin serta vaksinasi adalah kurang lebih Rp73 triliun.

Pengorbanan

Pada tanggal 28 Oktober 1928, seluruh pemuda Indonesia meluluhkan ego-ego kedaerahan, kelompok, ras, dan golongan untuk menyatakan dan berikrar sebagai satu tanah air Indonesia, bangsa Indonesia dan bahasa Indonesia. Apakah yang menjadi pemantik sehingga pendahulu kita berani memproklamirkan kemerdekaan saat itu? Keberanian itu dapat digerakkan oleh sebuah modal tak ternilai dan tidak kasat mata, modal itu adalah adanya sebuah harapan yang menimbulkan optimisme dalam hidup. Sebuah harapan yang membuka segenap potensi, vitalitas, dan daya hidup kemanusiaan untuk membuka terang kehidupan di masa depan. Sebuah harapan bahwa dengan mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Indonesia, kita dapat membangun sebuah kehidupan bernegara. Sebuah rumah tangga politik kebangsaan dan kenegaraan yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

“Setiap orang butuh untuk dihargai perjuangannya. Pilihannya adalah ia menjadi senang karena telah dihargai atau menjadi luka batin karena tidak pernah merasa dihargai.” “Setiap orang butuh untuk dihargai. Pilihannya adalah dia menjadi senang karena dihargai, atau menjadi luka karena tidak dihargai.” “Ketika perjuanganmu tidak dihargai, anggaplah kamu sedang belajar tentang ketulusan.” “Mencoba menerima yang mencintai kita lebih baik dari pada menunggu yang kita cintai namun tidak dihargai.” “Ketika kerja kerasmu tidak dihargai dengan semestinya, di situ saya harus tegas mengambil sikap.”

Puan mengatakan kalau bahwa perjuangan dan Situs Bola Online Liza sangat berarti bagi kemanusiaan dan patut menjadi inspirasi. Karena itu ia meminta masyarakat untuk bisa berempati dengan nakes yang sudah berjuang keras sampai merelakkan nyawa. KlikBabel.com – Liza Putri Noviana, seorang tenaga kesehatan Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet meninggal dunia akibat terpapar Covid-19. Mendengar kabar tersebut, Ketua DPR RI Puan Maharani pun menyampaikan belasungkawa atas gugurnya Liza. Politisi PDI-Perjuangan itu berharap agar keluarga dan rekan-rekan Liza diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini. “Selamat jalan Liza, Indonesia baru saja kehilangan salah satu insan terbaik yang berjuang tanpa kenal takut demi menyembuhkan bangsa dari pandemi Covid-19,” ucap Puan.

Sedangkan jika kamu berkompromi dengan pasangan maka itu dapat meniunjukan kedewasaan diri masing-masing. Kamu akan mencari tahu jalan keluar mana yang lebih baik setelah berkompromi. Berkorban merupakan pilihan sendiri dan kamu sudah siap menerima apa pun konsekuensi atas pilihan itu. Berbanding terbalik dengan berkorban, kompromi merupakan kesepakatan antara kamu dan pasangan dalam suatu hubungan.

Comments are closed.